BRMP Jambi Perkuat Perlindungan Pertanaman PM-AAS di Tengah Ancaman OPT Tanjung Jabung Timur
TANJUNG JABUNG TIMUR – Mengantisipasi meningkatnya ancaman organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada awal musim hujan setelah kemarau panjang, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi melakukan monitoring pertanaman padi sekaligus mendukung pengendalian OPT melalui bantuan sarana pestisida buffer stock di Kelompok Tani Gaya Baru, Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kamis (5/11). Hasil pemantauan menemukan serangan hama orong-orong dengan tingkat serangan sedang pada sekitar 5 hektare dari total 50 hektare lahan kelompok tani. Monitoring dilakukan LO Tanjung Jabung Timur BRMP Jambi, Husnul Ardi, S.P., M.Si., bersama penyuluh pendamping Ukie Khairani Madyastuti, S.P., petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), koordinator penyuluh, PPL, serta pengurus dan anggota kelompok tani.
Tanaman yang terserang menunjukkan gejala menguning, layu, hingga mati akibat kerusakan akar dan pangkal batang. Orong-orong merupakan hama yang hidup di dalam tanah dan menyerang perakaran, terutama pada fase awal pertumbuhan. Tim juga mencermati perlunya perlindungan tanaman sejak awal budidaya untuk mencegah serangan hama tanah. Sementara itu, pertanaman yang mulai ditanam pada 1 Oktober 2026 dan tidak terserang berada dalam kondisi baik, berumur sekitar 35 hari setelah tanam (HST), serta menunjukkan perkembangan anakan yang baik. Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, tim menyampaikan rekomendasi pengendalian melalui perlakuan benih menggunakan insektisida Regent dan aplikasi insektisida berbahan aktif karbofuran 3 persen, dengan memperhatikan ketentuan label serta arahan petugas POPT.
Sebagai dukungan pengendalian OPT, BRMP Jambi menyerahkan bantuan karbofuran dan Trichoderma dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Jambi untuk mendukung pengendalian di tingkat petani. Selain itu, bantuan rodentisida Bloc juga diserahkan kepada BPP Sabak Timur untuk mengantisipasi serangan hama tikus. Melalui monitoring, pendampingan, dan dukungan sarana pengendalian tersebut, BRMP Jambi bersama BPTPH, POPT, penyuluh, dan kelompok tani berupaya memperkuat perlindungan pertanaman PM-AAS agar gangguan OPT dapat ditangani sesuai kondisi lapangan dan produktivitas padi tetap terjaga. (PS)